Lulus PPG (Pendidikan Profesi Guru) merupakan kabar gembira bagi semua guru. Saya pun gembira ketika membaca pengumuman kelulusan tersebut. Ada dua hal yang terbaca dari kabar lulus PPG. Pertama, kompetensi sebagai guru sudah teruji. Kedua, kesejahteraan meningkat. Kesejahteraan tersebut ditandai dengan setiap guru yang lulus PPG mendapat Tunjangan Profesi Guru atau TPG.

Dengan TPG tersebut, saya berniat terus meningkatkan kompetensi saya di bidang pembelajaran saya di kelas. Saya mengikuti beragam pelatihan dan komunitas yang memiliki keterkaitan dengan dunia pembelajaran. Saya berkerja sama dengan pustakawan di sekolah untuk menggerakkan guru dan siswa agar lebih produktif melalui gerakan multiliterasi dan guru berdaya. Saya memilih perpustaakaan sebagai pusat gerakan. Perpustakaan poros arus temu balik informasi. Guru, siswa, dan pustakawan bisa saling berkolaborasi untuk menghasilkan pembelajaran yang bermutu.

Gerakan tersebut adalah sebagai berikut.

A.     Literasi Membaca

Saya, tim guru berdaya, dan duta Baca berkolaborasi mengawal ragam kegiatan membaca berdampak. Kegiatan tersebut meliputi prabaca, baca, dan pascabaca.

Tabel 1. Kegiatan pada Tahap Prabaca

Nomor

Cakupan Kegiatan

Hasil Kegiatan

1.

Menjalin kerja sama dengan pihak-pihak berikut.

a.  Guru

b.  Wali kelas

c.  Guru BK

Menjaring banyak informasi terkait ragam pengetahuan yang diperlukan oleh pemustaka. Salah satu bagian dari pemustaka adalah siswa, pengetahuan pun tekait dengan kebutuhan siswa. Kebutuhan informasi bukan hanya bagaimana memahami ilmu pengetahuan di kelas melainkan tentang bagaimana mereka menjadi siswa yang bahagia. Siswa yang bisa menggunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

2.

Membuat angket tentang kebutuhan informasi pemustaka.

Mengumpulkan jenis informasi yang diperlukan oleh pemustaka dari sumber utama. Sumber utama yang dimaksud adalah siswa.

3.

Menganalisis jenis bacaan yang sering dipinjam oleh pemustaka.

Melalui jenis bacaan yang sering dipinjam, pustakawan bisa mengetahui informasi yang menjadi daya tarik pemustaka.

4.

Melakukan telusur informasi terkait kebutuhan informasi pemustaka dengan usia sekolah (usia Sekolah Menengah Atas)

Telusur informasi bisa dilakukan melalui media digital atau hasil penelitian. Misalnya, anak usai sekolah  memerlukan informasi tentang kesehatan remaja dan cara belajar dengan gembira.

Kegiatan Baca

Kegiatan baca merupakan kegiatan yang berupa pengumpulan pundi-pundi pengetahuan. Guru dan pustakawan bisa membantu pemustaka untuk melakukannya. Kegiatannya berupa pembinaan baca.

Pada kegiatan pembinaan baca, pustakawan bisa melibatkan duta baca. Selain duta baca juga bisa melibatkan guru Seni, bahasa Indonesia, dan prakarya. Komunitas baca yang ada di perpustakaan atau sekolah juga bisa dilibatkan. Saat pemustaka membaca sebuah buku, hendaknya mereka mencatat beberapa hal sebagai berikut.

  • a.     Informasi yang penting
  • b.     Informasi baru
  • c.     Kosa kata dan istilah yang tidak dimengerti.

Untuk kosa kata dan istilah yang tidak dimengerti, pemustaka bisa meminta bantuan kepada guru dan pustakawan. Bisa juga pustakawan mencari arti kosa kata tersebut secara mandiri dari kamus istilah. Penguasaan terhadap arti kosa kata atau istilah sangat penting bagi pemustaka. Penguasaan tersebut bisa memengaruhi kadar informasi yang bisa diserap oleh pemustaka.

Kegiatan Pascabaca

Kegiatan pascabaca merupakan tahapan atau kegiatan terakhir olah baca kreatif hasil baca. Inti dari pemberdayaan SDM pemustaka. Pada tahap ini, saya, pustakawan lain, para guru, dan pemustaka MAN 3 Jombang membaca ragam buku. Pemustaka berpusat pada siswa. Kami Membuat inti sari dari buku tersebut dan mengembangkan menjadi ide baru. Kemudian, mempublikasikannya dalam bentuk tampilan perpustakaan yang memesona. Memesona secara tampilan dan ragam kegiatan yang bisa diikuti oleh semua anggota perpustakaan dan masyarakat sekitar. Perpustakaan disulap serupa museum dan kafe yang cocok dengan selera generasi milenial.

B. Literasi Budaya

Produk literasi budaya merupakan produk pascabaca. Produk itu berupa wayang ustaz dan batik literasi. Batik literasi berasal dari isi buku berjudul Tepian Tanah Air dan Mimpi Indonesia. Ide motif batik berasal dari kedua buku tersebut. Karya batik juga merupakan praktik dari literasi berbasis inklusi sosial.

Gambar 2. Produk Buku

Sumber: Dokumentasi Penulis

B.     Literasi Seni

Kegiatan literasi seni ada dua kegitan. Pertama, pementasan ragam literasi seni yang ada di Kabupaten Jombang, seperti Besutan. Kegiatan ini diawali dengan membaca buku tentang Jombang. Jombang menjadi pilihan karena kedekatan wilayah. Sekolah tempat saya mengabdi adalah di Kabupaten Jombang. Hal tersebut bisa menambah skemata siswa tentang budaya lokal yang ada di sekeliling mereka.

Kedua, saya bekerja sama dengan guru seni untuk menulis syair lagu literasi. Lagu yang bercerita tentang manfaat membaca. Berikut merupakan penggalan liriknya

Di mana kutemui huruf-huruf bersayap

yang kan membawaku ke cakrawala?

Di mana kubisa keliling Indonesia

kukenal ragam suku dan budaya?

Di mana kumengenal ilmu pengetahuan

‘tuk mengerti jawaban segala tanya

Membaca, membaca, membaca

Jangan bosan-bosan membaca.

 

Secara lengkap, lagu tersebut bisa disaksikan di https://www.youtube.com/watch?v=0ZAm-zxuMLo.

 

C.      Literasi Budaya Internasional

Praktik membuat Shodou, Shodou dalam bahasa Jepang artinya Kaligrafi (the Way of Brush), yang berasal dari huruf kanji kaku (menulis) dan michi (cara) adalah salah satu bentuk seni yang telah dipelajari selama lebih dari tiga ribu tahun yang lalu. Kegiatan literasi budaya internasional saya bekerja sama dengan guru Bahasa Jepang yaitu Taufan sensei.

 

D.     Literasi Dongeng

Perpustakaan MAN 3 Jombang memfasilitasi pemustaka untuk belajar mendongeng. Ada boneka dongeng di  panggung, dan buku Kumpulan Dongeng. Panggung bisa digunakan untuk praktik mendongeng.

 

E.     Literasi Menulis

Saya berkolaborasi dengan guru, pustakawan, dan  pemustaka untuk menulis buku berdasarkan ide yang diperoleh. Ide berasal dari buku-buku yang tersedia di perpustakaan. Pemustaka terdiri dari para siswa dan komunitas guru berdaya.

Ada empat buku digital dan cetak yang berhasil ditulis. Keempat buku digital tersebut juga tayang di laboratorium literasi digital MAN 3 Jombang. Berikut adalah data keempat buku yang berhasil ditulis.

1.       Kumpulan puisi berjudul Kelas Akrobat ditulis oleh siswa kelas XI-19 MAN 3 Jombang dan diterbitkan oleh Pagan Press (2026).

2.       Kumpulan praktik baik pembelajaran berjudul Mengajar Bermakna, Mengajar Berdampak ditulis oleh guru MAN 3 Jombang dan diterbitkan oleh Pagan Press (2026).

3.       Kumpulan tulisan para duta baca berjudul Mengapa dan Bagaimana Aku Membaca. Buku tersebut diterbitkan oleh Pagan Press (2026).

4.       Novel berjudul Suara di Balik Jendela ditulis oleh Kepala Perpustakaan Menara Ilmu MAN 3 Jombang, Rialita Fithra Asmara. Novel diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (2024).


Keempat buku tersebut bisa diakses di laboratorum literasi digital milik Perpustakaan Menara Ilmu MAN 3 Jombang yaitu di https://perpustakaanmenarailmu.id/ebook.


Gambar 2. Produk Buku

Sumber: Dokumentasi Penulis