Perpustakaan Menara Ilmu MAN 3 Jombang Sulap Ruang Baca Jadi Dapur Chookies Gluten Free
Perpustakaan (Program Literasi) – Berkomitmen mendukung gaya hidup sehat sekaligus membekali siswa dengan keterampilan berwirausaha, Perpustakaan Menara Ilmu MAN 3 Jombang sukses menggelar kegiatan Literasi Boga pada Selasa (19/05). Uniknya, demi menyukseskan acara ini, ruang perpustakaan yang biasanya tenang disulap sementara menjadi dapur kue yang dinamis. Kegiatan inovatif ini diikuti oleh seluruh anggota komunitas baca dan Duta Baca Perpustakaan Menara Ilmu. Penampilan para peserta tampak sangat meyakinkan dan profesional karena mereka secara serempak mengenakan kostum memasak (apron dan topi koki) versi lengkap.
Kepala Perpustakaan menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung misi penting bagi masa depan siswa.
"Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan siswa di bidang literasi berbasis inklusi sosial, sekaligus memberi bekal kemampuan membuat camilan sehat yang memiliki nilai ekonomi tinggi," ungkap pihak Kepala Perpustakaan, Rialita Fithra Asmara, S.Pd., S.I.Pust.
Mengenal Tepung Mocaf: Bahan Utama Kue Sehat
Fokus utama dalam Literasi Boga kali ini adalah pembuatan chookies sehat yang memanfaatkan tepung mocaf (modified cassava flour). Tepung mocaf merupakan tepung singkong yang telah melalui proses fermentasi.
Karakteristik, tekstur, dan fungsinya sangat mirip dengan tepung terigu biasa, namun memiliki keunggulan yang jauh lebih sehat karena:
- 100% Gluten Free sehingga aman untuk pencernaan.
- Kaya serat dan memiliki indeks glikemik rendah, sangat ramah bagi tubuh.
Untuk menghasilkan cita rasa yang premium, chookies bebas gluten ini diracik dari bahan-bahan pilihan berkualitas, antara lain: tepung mocaf, butter, perpaduan gula pasir dan gula aren, vanili, telur, serta diperkaya dengan taburan choco chips dan dark chocolate. Teksturnya lembut di dalam, cocok untuk menu diet
Hadir sebagai pemandu dan mentor dalam kegiatan ini adalah Ibu Dwi Fatmalasari, S.S., S.Pd., seorang praktisi kuliner sekaligus pemilik usaha "Camilan Aksara". Beliau dengan telaten membimbing para peserta mulai dari tahap pencampuran adonan hingga proses pemanggangan.
“Chookies ini sangat cocok untuk orang yang sedang menjalani program diet tetapi ingin tetap bisa ngemil dengan sehat. Rasanya mengenyangkan tanpa perlu takut berat badan naik,” tutur Bu Dwi di sela-sela memandu praktik.
Secara fisik, hasil karya para siswa ini tidak kalah dengan kue-kue yang dijual di toko modern. Tampilannya sangat menarik dan menggugah selera. Perbedaan mendasar dengan kue kering biasa terletak pada teksturnya yang unik. Kering dan renyah di bagian luar, namun tetap terasa lembut dan lumer di dalam.
Antusiasme Peserta: Siap Praktik Mandiri di Pondok Pesantren dan Rumah
Aroma harum cokelat dan mentega yang memenuhi ruang perpustakaan berbanding lurus dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta. Banyak dari mereka yang langsung mencatat tips-tips penting dari pemateri agar bisa mencobanya kembali secara mandiri.
Kebahagiaan itu salah satunya diungkapkan oleh Elviana, salah seorang anggotak komunitas baca yang ikut serta dalam pembuatan kue tersebut.
“Saya sangat senang mengikuti Literasi Boga ini. Saya mendapat pengetahuan baru tentang cara membuat camilan yang sehat. Setelah ini, saya pun sangat ingin mempraktikkannya sendiri di rumah,” ujar Elviana dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan literasi berbasis inklusi sosial ini, Perpustakaan Menara Ilmu MAN 3 Jombang berhasil membuktikan bahwa perpustakaan modern tidak lagi sekadar tempat meminjam buku, melainkan pusat kreativitas dan pemberdayaan keterampilan hidup (life skill) yang nyata bagi para santri. (ArN, ilV, & Nay)

